Tampilkan postingan dengan label Bacaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bacaan. Tampilkan semua postingan

Download lagu sule Feat. Rizky ™PaPa TelePon™ + lirik

ni gan ada lirik nya

Lirik Lagu Sule feat Rizky - PAPA TELEPON
Halo Assalamualaikum
Waalaikumsalam om
Halo dek papa Sulenya ada gak?
Sebentar ya om aku panggilin dulu ya
Papa..
Papa telepon
Bilangin papa gak ada
Papa telepon
Bilangin papa gak ada
Halo om sih papa bilang gak ada
Halo om sih papa bilang gak ada
Aduh buka begitu ki, maksudnya papa ga ada gitu
Iyah, pake diomongin
papa telepon
Udah tadi bilang gak ada
Papa telepon
Gak ada itu gak ada
Halo om sih papa bilang gak ada
Halo om sih papa bilang gak ada
Aduh kalo begitu sih ketawan boongnya
Malah dibilang begitu lagi
Aduh kacau aweweo ..
Papa kan selalu bilang kalo boong itu haram
Dan orang boong akan dimarahi Allah
Kalo boong tidak bisa tidur nyenyak
Dan orang-orang akan menjauhi kita
Papa telepon
Bilangin papa gak ada
Papa telepon
Ih..
Halo om sih papa bilang gak ada
Halo om sih papa bilang gak ada
Lalala.. lalala..
Lalala.. lalala..
Anakku sayang maafkan papamu ini
Papa janji gak akan mengulangi lagi
Kita hidup di dunia hanya sementara
Amal baik yang akan diterima Allah
Papaku sayang jangan suka lupa lagi
Buat aku papa telandan bagi hati
Jangan mara padaku kalau ku begini
Aku selalu sayang sama papa Sule
Papa telepon
Ada sekarang mah
Papa telepon
Ok
Sekarang sih papa gak lupa lagi
Sekarang sih papa gak lupa lagi
Ok
Lalala.. lalala..
Lalala.. lalala..
Ampun Rizky papa minta maaf
Papa khilaf papa mohon
Papa sudah mengajari yang tidak baik sama Rizky
Padahal berbohong itu dosa masya Allah
Papa telepon
Iya ini ada
Papa telepon
Telepon mulu ada
Halo om sih papa bilang gak ada
Halo om sih papa bilang gak ada
Lalala.. lalala..
Lalala.. lalala..
Waduh Rizky teh kumaha teh
Katanya boong itu tidak boleh
‘kan papa ini ada dibilang gak ada
Eh malah becanda kayak pelawak aja
Becanda yang penting Rizky gak ngebohong kan
Papa telepon


nih klik sini aja buat download (mediafire)

Sejarah I Gusti Ngurah Rai


Biografi I Gusti Ngurah RaiKolonel TNI Anumerta I Gusti Ngurah Rai lahir di Desa Carangsari, Petang, Kabupaten Badung, Bali, tanggal 30 Januari 1917, Ayahnya bernama I Gusti Ngurah Palung yang berprofesi sebagai manca (jabatan setingkat camat). Setelah menamatkan pendidikannya di HIS Denpasar dan MULO di Malang, tahun 1936 beliau melanjutkan pendidikan di Sekolah Kader Militer di Gianyar Bali. Selanjutnya mengikuti pendidikan di Corps Opleiding Voor Reserve Officieren (CORO) di Magelang. Pada masa pendudukan Jepang, Ngurah Rai bekerja sebagai intel sekutu di daerah Bali dan Lombok.

Setelah Indonesia Merdeka pemerintah Indonesia I Gusti Ngurah Rai membentuk TKR Sunda Kecildan beliau menjadi komandannya dengan pangkat Letnal Kolonel. Ngurah Rai kemudian pergi ke Yogyakarta untuk konsolidasi dan mendapatkan petunjuk dari pimpinan TKR. Sekembalinya dari Yogyakarta, Bali ternyata sudah dikuasai Belanda. Ngurah Rai memiliki pasukan yang bernama "Ciung Wenara" melakukan pertempuran terakhir yang dikenal dengan nama Puputan Margarana. (Puputan, dalam bahasa bali, berarti "habis-habisan", sedangkan Margarana berarti "Pertempuran di Marga" Marga adalah sebuah desa ibukota kecamatan di pelosok Kabupaten Tabanan, Bali).

Nisan Puputan Mangarana Pahlawan Di Bali
Bersama 1.372 anggotanya pejuang
MBO (Markas Besar Oemoem) Dewan Perjoeangan Republik Indonesia Sunda Kecil (DPRI SK) dibuatkan nisan di Kompleks Monumen de Kleine Sunda Eilanden, Candi Marga, Tabanan. Detil perjuangan I Gusti Ngurah Rai dan resimen CW dapat disimak dari beberapa buku, seperti "Bergerilya Bersama Ngurah Rai" (Denpasar: BP, 1994) kesaksian salah seorang staf MBO DPRI SK, I Gusti Bagus Meraku Tirtayasa peraih "Anugrah Jurnalistik Harkitnas 1993", buku "Orang-orang di Sekitar Pak Rai: Cerita Para Sahabat Pahlawan Nasional Brigjen TNI (anumerta) I Gusti Ngurah Rai" (Denpasar: Upada Sastra, 1995), atau buku "Puputan Margarana Tanggal 20 November 1946" yang disusun oleh Wayan Djegug A Giri (Denpasar: YKP, 1990).

Patung I Gusti Ngurah Rai
Bandara I Gusti Ngurah Rai
Pemerintah Indonesia menganugerahkan Bintang Mahaputra dan kenaikan pangkat menjadi Brigjen TNI (anumerta). Namanya kemudian diabadikan dalam nama bandar udara di Bali, Bandara Ngurah Rai.

Sejarah kapitan patimura




Pattimura, memiliki nama asli Thomas Matulessy (lahir di Hualoy, Hualoy, Seram Selatan, Maluku, 8 Juni 1783 – meninggal di Ambon, Maluku, 16 Desember 1817 pada umur 34 tahun).Ia adalah putra Frans Matulesi dengan Fransina Silahoi. Adapun dalam buku biografi Pattimura versi pemerintah yang pertama kali terbit, M Sapija menulis, "Bahwa pahlawan Pattimura tergolong turunan bangsawan dan berasal dari Nusa Ina (Seram). Ayah beliau yang bernama Antoni Mattulessy adalah anak dari Kasimiliali Pattimura Mattulessy. Yang terakhir ini adalah putra raja Sahulau. Sahulau merupakan nama orang di negeri yang terletak dalam sebuah teluk di Seram Selatan".

Dari sejarah tentang Pattimura yang ditulis M Sapija, gelar kapitan adalah pemberian Belanda. Padahal tidak. Menurut Sejarawan Mansyur Suryanegara, leluhur bangsa ini, dari sudut sejarah dan antropologi, adalah homo religiosa (makhluk agamis). Keyakinan mereka terhadap sesuatu kekuatan di luar jangkauan akal pikiran mereka, menimbulkan tafsiran yang sulit dicerna rasio modern. Oleh sebab itu, tingkah laku sosialnya dikendalikan kekuatan-kekuatan alam yang mereka takuti.

Jiwa mereka bersatu dengan kekuatan-kekuatan alam, kesaktian-kesaktian khusus yang dimiliki seseorang. Kesaktian itu kemudian diterima sebagai sesuatu peristiwa yang mulia dan suci. Bila ia melekat pada seseorang, maka orang itu adalah lambang dari kekuatan mereka. Dia adalah pemimpin yang dianggap memiliki kharisma. Sifat-sifat itu melekat dan berproses turun-temurun. Walaupun kemudian mereka sudah memeluk agama, namun secara genealogis/silsilah/keturunan adalah turunan pemimpin atau kapitan. Dari sinilah sebenarnya sebutan "kapitan" yang melekat pada diri Pattimura itu bermula.

Sebelum melakukan perlawanan terhadap VOC ia pernah berkarier dalam militer sebagai mantan sersan Militer Inggris. Kata "Maluku" berasal dari bahasa Arab Al Mulk atau Al Malik yang berarti Tanah Raja-Raja. mengingat pada masa itu banyaknya kerajaan

Pada tahun 1816 pihak Inggris menyerahkan kekuasaannya kepada pihak Belanda dan kemudian Belanda menetrapkan kebijakan politik monopoli, pajak atas tanah (landrente), pemindahan penduduk serta pelayaran Hongi (Hongi Tochten), serta mengabaikan Traktat London I antara lain dalam pasal 11 memuat ketentuan bahwa Residen Inggris di Ambon harus merundingkan dahulu pemindahan koprs Ambon dengan Gubenur dan dalam perjanjian tersebut juga dicantumkan dengan jelas bahwa jika pemerintahan Inggris berakhir di Maluku maka para serdadu-serdadu Ambon harus dibebaskan dalam artian berhak untuk memilih untuk memasuki dinas militer pemerintah baru atau keluar dari dinas militer, akan tetapi dalam pratiknya pemindahn dinas militer ini dipaksakan Kedatangan kembali kolonial Belanda pada tahun 1817 mendapat tantangan keras dari rakyat.

Hal ini disebabkan karena kondisi politik, ekonomi, dan hubungan kemasyarakatan yang buruk selama dua abad. Rakyat Maluku akhirnya bangkit mengangkat senjata di bawah pimpinan Kapitan Pattimura Maka pada waktu pecah perang melawan penjajah Belanda tahun 1817, Raja-raja Patih, Para Kapitan, Tua-tua Adat dan rakyat mengangkatnya sebagai pemimpin dan panglima perang karena berpengalaman dan memiliki sifat-sfat kesatria (kabaressi). Sebagai panglima perang, Kapitan Pattimura mengatur strategi perang bersama pembantunya.

Sebagai pemimpin dia berhasil mengkoordinir Raja-raja Patih dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan, memimpin rakyat, mengatur pendidikan, menyediakan pangan dan membangun benteng-benteng pertahanan. Kewibawaannya dalam kepemimpinan diakui luas oleh para Raja Patih maupun rakyat biasa. Dalam perjuangan menentang Belanda ia juga menggalang persatuan dengan kerajaan Ternate dan Tidore, raja-raja di Bali, Sulawesi dan Jawa. Perang Pattimura yang berskala nasional itu dihadapi Belanda dengan kekuatan militer yang besar dan kuat dengan mengirimkan sendiri Laksamana Buykes, salah seorang Komisaris Jenderal untuk menghadapi Patimura.

Pertempuran-pertempuran yang hebat melawan angkatan perang Belanda di darat

dan di laut dikoordinir Kapitan Pattimura yang dibantu oleh para penglimanya antara lain Melchior Kesaulya, Anthoni Rebhok, Philip Latumahina dan Ulupaha. Pertempuran yang menghancurkan pasukan Belanda tercatat seperti perebutan benteng Belanda Duurstede, pertempuran di pantai Waisisil dan jasirah Hatawano, Ouw- Ullath, Jasirah Hitu di Pulau Ambon dan Seram Selatan. Perang Pattimura hanya dapat dihentikan dengan politik adu domba, tipu muslihat dan bumi hangus oleh Belanda. Para tokoh pejuang akhirnya dapat ditangkap dan mengakhiri pengabdiannya di tiang gantungan pada tanggal 16 Desember 1817 di kota Ambon. Untuk jasa dan pengorbanannya itu, Kapitan Pattimura dikukuhkan sebagai “PAHLAWAN PERJUANGAN KEMERDEKAAN” oleh pemerintah Republik Indonesia...... Pahlawan Nasional Indonesia. Ketuhanan yang maha esa Kemanusiaan yang adil dan beradab Persatuan Indonesia Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan kemerdekaan bagi seluruh rakyat indonesia.

Patung Pattimura
Meluruskan sejarah Kapitan Ahmad `Pattimura’ Lussy

Tokoh Muslim ini sebenarnya bernama Ahmad Lussy, tetapi dia lebih dikenal dengan Thomas Mattulessy yang identik Kristen. Inilah Salah satu contoh deislamisasi dan penghianatan kaum minor atas sejarah pejuang Muslim di Maluku dan/atau Indonesia umumnya.
(Saya katakan kepada kamu sekalian (bahwa) saya adalah beringin besar dan
setiap beringin besar akan tumbang tapi beringin lain akan menggantinya
(demikian pula) saya katakan kepada kamu sekalian (bahwa) saya adalah batu
besar dan setiap batu besar akan terguling tapi batu lain akan
menggantinya).
Ucapan-ucapan puitis yang penuh tamsil itu diucapkan oleh Kapitan Ahmad Lussy atau dikenal dengan sebutan Pattimura, pahlawan dari Maluku. Saat itu, 16 Desember 1817, tali hukuman gantung telah terlilit di lehernya. Dari ucapan-ucapannya, tampak bahwa Ahmad Lussy seorang patriot yang berjiwa besar. Dia tidak takut ancaman maut. Wataknya teguh, memiliki kepribadian dan harga diri di hadapan musuh. Ahmad Lussy juga tampak optimis. Namun keberanian dan patriotisme Pattimura itu terdistorsi oleh penulisan sejarah versi pemerintah. M Sapija, sejarawan yang pertama kali menulis buku tentang Pattimura, mengartikan ucapan di ujung maut itu dengan

“Pattimura-Pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura-Pattimura
muda akan bangkit”
Namun menurut M Nour Tawainella, juga seorang sejarawan, penafsiran Sapija itu tidak pas karena warna tata bahasa Indonesianya terlalu modern dan berbeda dengan konteks budaya zaman itu. Di bagian lain, Sapija menafsirkan,
“Selamat tinggal saudara-saudara”, atau “Selamat tinggal tuang-tuang”
Inipun disanggah Tawainella. Sebab, ucapan seperti itu bukanlah tipikal Pattimura yang patriotik dan optimis. Puncak kontroversi tentang siapa Pattimura adalah penyebutan Ahmad Lussy dengan nama Thomas Mattulessy, dari nama seorang Muslim menjadi seorang Kristen. Hebatnya, masyarakat lebih percaya kepada predikat Kristen itu, karena Maluku sering diidentikkan dengan Kristen. inilah yang menjadi perdebatan sejarah hingga sekarang in

gombal gembel pastiii





Cowok: Mbak, ayak mbak pasti ahli perbintangan ya?

Cewek: Ah.. tidak, memang kenapa?

Cowok: Saya lihat ada bintang dimata mbak…


Cowok: Maaf mbak, jangan terlalu lama duduk dikursi itu, pindah deket saya saja…
Cewek: Loh? Emangnya kenapa?? 

Cowok: Biar gak dikerubung semut.. soalnya mbak manis sich…


Cowok: Mbak punya obeng nggak?

Cewek: Hah? Gak Punya tuh!

Cowok: Tapi kalo nomor telepon punya kan?


Cowok: Mbak itu seperti sendok ya…?
Cewek: Kenapa? 

Cowok: Karena mbak udah ngaduk-ngaduk perasaanku…


Cowok: Mbak seorang interior designer ya??

Cewek: Bukan! Kenapa?

Cowok: Karena ketika mbak masuk, ruangan ini jadi kelihatan lebih indah..

__________________________________________________________________

Cwo : “maaf mbak,,jangan terlalu lama duduk di kursi itu,,pindah sini dekat saya aja.”
Cwe : “loh kenapa?”
Cwo: “takut dikerubung semut,,soalnya mbak manis.”



Cwo : “mbak,,orangtuanya pengrajin bantal ya?”

Cwe : “hah?! Bukan,,kenapa? “

Cwo : “kok kalo deket mbak rasanya nyaman.”



Cwo : “kamu itu seperti sendok.”
Cwe : “kenapa?”
Cwo : “karena kamu mengaduk-aduk perasaanku.”

Cwo : “mbak punya uang koin? Boleh minta?”

Cwe : “buat apa?”

Cwo : “aku udah janji sama ibu kalau aku akan menelepon dia kalo aku jatuh cinta.”



Cwe : “say, kalo mama kamu & aku tenggelam barengan,,siapa yg kamu tolong?”
Cwo : “ya mamaku lah,,emang kamu yg lahirin aku?”
Cwe : “ih kamuuu.”
Cwo : “iyaa,,tapi habis selamatin mamaku,,aku akan tenggelam bersama kamu.”
 

 Cwo : “hmm,,maaf yaaa,,belakangan ini tanganku agak kasar.”

Cwe : “ahh,,gpp kookk,,emangnya kenapa?”

Cwo : “soalnya tiap hari aku jadi kuli.”

Cwe : “yang bener kamu,,dimanaaa? “

Cwo : “di hati kamu,,aku sedang buatin istana cinta buat kita berdua.”



Cwo : “sayaaanngggg, papa kamu astronaut yaaa,,,.”
Cwe : “nggak kookk.”
Cwo : “kalo gitu pasti kakek kamu.”
Cwe : “nggak jugaa.”
Cwo : “trus yg astronaut siapaa,,?”
Cwe : “nggak adaaa.”
Co : “tapi koq ada berjuta2 bintang di mata kamuuuu,,.”

Cwo : “neng,,kamu capek gaakkk,,.”

Cwe : “haaahhh,,,. “

Cwo : “soalnya eneng berlari2 terus di pikiran abang,,.”


Cwo: kenapa kita cuma bisa ngeliat pelangi setengah doang?
Cwe: gatau, emang kenapa?
Cwo: Soalnya setengahnya ada di mata kamu.


Cwo: boleh pinjem flashdisknya?

Cwe: boleh, mau buat apa?

Cwo: buat copy hatiku ke hatimu…